You are currently browsing the monthly archive for Juni, 2008.

Bismillahirrahmanirrahim.. =),

—————————————————————————————-

Matahari mulai bersinar, hari ini. Seperti bayi yang tangisnya baru berhenti pertama kali. Senyumnya menyibukkan setiap mata yang memandang.

Cahayanya yang biasanya lupa disyukuri, kini seolah menjadi pusat perhatian setiap insan yang disadarkan. Seorang pejalan kaki yang tengah mencari-cari kesimpulan dibawah hujan, yang kini berhenti, seakan menemukan harta karun dari ujung pencariannya. Mukanya ia tengadahkan, seolah ia berikan pada Yang Kuasa, sebagai wujud syukurnya atas setiap tetes hujan yang tersisa. Kulit mukanya yang agak pucat ia biarkan telanjang, tangannya terentang. Senyum merekah dari sunging yang ia tempatkan dibibirnya, cinta dan rasa syukur terpancar dari hatinya.

Ia seperti dirasuki roh seorang pendaki yang baru mati tadi. Pemuda yang berjalan kaki mencari danau, yang ingin ia abadikan dalam rupa raga yang terlukis, diatas selembar kertas foto. Gadis yang dikasihinya baru akan merayakan hari kelahirannya, sedang pemuda itu tiba-tiba mati tergelincir dan masuk jurang.

Gadisnya? Gadis itu tak begitu peduli pada pemuda itu. Kematiannya seperti angin lalu yang terbang tinggi ke surga. Angin itu terbang, tapi gadis itu tak pernah tahu kemana, dan tak peduli. Atau setidaknya terlihat tak peduli. Atau penulis mencoba untuk yakin bahwa gadis itu tak peduli, entah untuk alasan apa..

Pemuda yang berjalan kaki dibawah hujan semenjak pagi itu, kemudian mendapatkan kesimpulan yang sama dengan pemuda yang baru mati tadi.

Bahwa mencintai tak harus berarti dicintai, tapi akan tetap berarti dicintai tanpa perlu berharap akan dicintai.

Bahwa berbagi bisa berarti terus menerus memberi, tanpa benar-benar berharap suatu saat akan sampai pada tempat berbagi.

Bahwa menyampaikan tidak hanya berarti mengajarkan, tapi juga belajar.

Banyak sekali pencerahan yang harus pemuda itu syukuri, dari dalam lubuk hatinya yang terdalam; tapi pada akhirnya ada sebuah kesimpulan dari pencarian panjang yang baru saja usai ia laksanakan; yang itupun hasilnya belum teruji benar, namun ia yakini benar.

Kesimpulan bahwa mencari matahari tidak harus selalu berarti menunggu matahari..

Mencari matahari kadang dapat berarti menjadi matahari.. =),

Bersamaan dengan kelahiran matahari pada hatinya, matahari benar-benar bersinar kembali..

Hingga jika matahari benar-benar dilahirkan, ia akan yakin pasti inilah hari kelahirannya..

-keujanandaripagi

-lagilelengkahalu.. =),

selamatpagi dunia ^_^!!!

pemuda itupun akhirnya memutuskan untuk melatih sebuah klub debat.. (LOH??? hahah.. kisah ini benar2 asli piktip, cuma berusaha menjelaskan kenapa keujanandaripagi berubah jadi lagilelengkahalu, cuz hilangdiharihujan sepertinya berakhir, dengan adanya chapter 40 itu.. heheh.. ^_^)

selamat datang di blogkuh yang baru.. ^^!